𝐓𝐎𝐋𝐎𝐍𝐆 𝐀𝐊𝐔
Hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, Tahun pun berganti. Selama ini perjalanan yang telah kulalui. Terasa beratnya, terasa lamanya. Rasa yang selalu kupoles layaknya sesuatu yang alami, terasa hambar. Bukan ini yang kumau, bukan ini yang kupinta. Ketakutanku merajalela, menghunus diriku menjadi berkeping-keping. Namun tanganku mencoba merakitnya lagi, walau sudah tak berbentuk.
Imajinasi yang kubuat untuk menghibur diriku ternyata membuatku terlena tatkala kenyataan menerjangku. Layaknya semburan ombak yang menghilangkan imajinasiku hingga tak berbekas. Nyatanya aku sendiri, benar-benar sendiri.
Tipuan
Semua ucapan dan pujian yang merayuku itu, semuanya hanya TIPUAN.
Aku terlena, aku terseret. Sudah terlalu jauh.... Aku tenggelam
Tolong bawa aku pulang. Tolong tarik aku. Aku membenci zona ini, aku membenci diriku saat ini.
Nyatanya, aku tidak memiliki sosok yang mendengarku. Bukan apa, kusadari ini salahku. Namun tidak bolehkah aku meminta tolong? Tak bisakah dirimu menyelamatkanku? Sudahkah aku terlalu jauh?
Aku membencinya jujur, tapi aku juga membenci diriku. Aku membenci diriku yang tak bisa lepas darinya. Aku membenci diriku yang beranggapan bahwa dia satu-satunya yang ada disisiku. Hingga kusadari, dialah yang menghancurkanku. Merusak segala pertahananku, membuatku jatuh sedalam mungkin.
-𝓜𝓟𝓐
Komentar
Posting Komentar