Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

╰•★★ PINK ★★•╯

Aku sekarang paham kenapa dulu aku menyukai warna ungu. Warna ungu cantik, ia menggambarkan kehidupan dewasa yang indah. Tetapi warna pink adalah warna yang lucu. Pink mengeluarkan inner child ku.  Aku dulu tidak diberi kesempatan untuk memilih warna pink. Setiap ada pemilihan warna terhadap barang atau karakter yang bagus, aku selalu tidak kebagian yang warna pink. Oleh karena itu aku menerima warna ungu yg berupa figuran disitu. Tidak menyangka ungu membuatku lebih dewasa. Mengubah segala perlakuan dan pemikiranku. Ungu membuatku harus mengerti akan pendapat dan pilihan ornag lain. Ungu membuatku harus mengalah demi kebaikan bersama. Ungu membuatku harus memahami kondisi orang lain. Sekarang, aku menyukai pink. Pink memanjakan inner child ku. Memberikanku kesempatan untuk memilih dan mengeluarkan pendapatku sendiri. Aku menyukai pink semenjak bersamanya. Sepert halnya Pink, Ia juga memanjakan inner child ku. Semenjak bersamanya aku memahami kalau aku berhak berpendapat. Aku berha...

𝐓𝐮𝐚𝐧

Hai Tuan...   Selamat Tahun Baru kuucapkan untukmu.  Dengan kasih yang hangat dengan pelukan yang erat dengan cinta yang masih sama besarnya. Tuan, rengkuhanmu mengalihkan duniaku.  Jujur, rasa takutku menghimpit dadaku.  Menusuk hingga ke tulang, menghunus hingga ke nadi. Namun kalimatmu sedikit banyaknya menenangkanku, merangkulku dan membawa pikiranku untuk tidak berkelana lebih jauh. Tuan...  Entah mengapa denganmu tangisku tak ada.  Entah mengapa denganmu risauku menghilang. Entah kemana takdir membawa kami, namun bersamamu diriku tenang. -𝓜𝓟𝓐

𝐉𝐔𝐃𝐈

Ya, aku sedang melakukan penjudian yang hebat. Kali ini aku kalah lagi. Mungkin karena janji yang telah kuucapkan, kulanggar dengan sadar. Rayuan yang menggelegar kala itu menyeretku hingga ke titik ini.  Lagi dan lagi aku jatuh... Lagi dan lagi aku terperosok... Namun kali ini berbeda, tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan di kepalaku. Tak ada lagi diriku yang mempertanyakan intensitasku. Tak ada lagi makian terhadap diriku. Aku hanya ingin pergi, dengan sadar dan kuat. Dengan mampu, agar tak lagi meragukan langkahku selanjutnya. -𝓜𝓟𝓐

𝐓𝐎𝐋𝐎𝐍𝐆 𝐀𝐊𝐔

Hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, Tahun pun berganti. Selama ini perjalanan yang telah kulalui. Terasa beratnya, terasa lamanya. Rasa yang selalu kupoles layaknya sesuatu yang alami, terasa hambar. Bukan ini yang kumau, bukan ini yang kupinta. Ketakutanku merajalela, menghunus diriku menjadi berkeping-keping. Namun tanganku mencoba merakitnya lagi, walau sudah tak berbentuk.  Imajinasi yang kubuat untuk menghibur diriku ternyata membuatku terlena tatkala kenyataan menerjangku. Layaknya semburan ombak yang menghilangkan imajinasiku hingga tak berbekas. Nyatanya aku sendiri, benar-benar sendiri.  Tipuan Semua ucapan dan pujian yang merayuku itu, semuanya hanya TIPUAN.  Aku terlena, aku terseret. Sudah terlalu jauh.... Aku tenggelam Tolong bawa aku pulang. Tolong tarik aku. Aku membenci zona ini, aku membenci diriku saat ini.  Nyatanya, aku tidak memiliki sosok yang mendengarku. Bukan apa, kusadari ini salahku.  Namun tidak bolehkah aku meminta tolong? Tak...